Peluang Bisnis Budidaya Jamur

Rudy Siswanto

Peluang Bisnis Budidaya Jamur. Bencana busung lapar dan gizi buruk yang menghantam pelosok negeri ini membuat kita menjadi miris. Terjadinya hal ini, selain disebabkan oleh kurangnya sumber makanan yang bergizi juga oleh kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi seimbang. Peristiwa tersebut hendaknya menjadi pemikiran bagi negara Infonesia yang notabenet merupakan daerah subur, baik dilihat dari segi kekayaan hutan maupun keanekaragaman hayatinya.

Seiring dengan hal tersebut, sektor pertanian memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan. Jamur sebagai salah satu komoditasnya, saat ini mulai berkembang menjadi salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Dengan berkembangnya usaha ini, diharapkan bencana busung lapar dan gizi buruk dapat terselelesaikan. Budidaya jamur dapat memberikan keuntungan bagi beberapa pihak. Bagi produsen dan pemerintah, usaha ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga akan menurunkan jumlah pengangguran yang sudah tinggi. Adapun bagi konsumen, jamur merupakan sumber bahan makanan yang bergizi.

Peluang Bisnis Budidaya Jamur

Jamur dapat diperjualbelikan, baik dalam bentuk segar maupun sudah diolah. Selain itu bibit jamurnya juga dapat diperjualbelikan. Jamur sebagai komodiatas ekspor, kualitasnya harus selalu di kontrol dan disesuaikan dengan standar kualitas internasional. Hanya jamur berkualitas tinggilah yang akan membuat konsumen luar negeri merasa tertarik dan puas
Jamur sangat cocok hidup didaerah beriklim tropis. Daerah ini memiliki tingkat kelembaban tinggi dengan suhu udara yang relatif sedang. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang terkenal sebagai gudang jamur terkemuka di Dunia.

Beberapa jenis jamur merupakan sumber makanan alternatif yang setara dengan daging dan ikan yang bergizi tinggi. Oleh karena itu , jamur disukai oleh semua lapisan masyarakat. Saat ini ada banyak jenis jamur hasil budidaya yang cukup populer, baik sebagai makanan maupun sayuran, jamur-jamur tersebut telah diperjualbelikan dipasaran.

Jamur konsumsi atau jamur pangan adalah sebutan untuk berbagai jenis jamur yang biasa dijadikan sebagai bahan makanan. Jamur tersebut memiliki ciri enak dimakan, tidak beracun, dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Jamur konsumsi dapat berasal langsung dari alam atau dari hasil budidaya. Jika kita tidak dapat membedakan ciri-ciri antara jamur beracun dan jamur liar yang bisa dikonsumsi, jamur liar di alam bebas dilarang untuk dimakan. Beberapa jenis jamur adapula yang memiliki rasa kurang lezat, tidak beracun namun dapat dimakan.

Dalam bisnis jamur tingkat Dunia, champignon menduduki tempat teratas, baik dalam jumlah produksi maupun nilai penjualannya. Sedangkan ditinjau dari segi harga, per satuan berat (kg) shiitake memiliki satuan paling tinggi. Menurut jumlah produksi dan nilai bisnisnya, jenis jamur dalam perdagangan dunia dapat diurutkan sebagai berikut: champignon, jamur tiram, jamur merang, shiitake, jamur kuping, enokitake, nameko, jamur lendir putih, dan tuber.

Budidaya jamur merupakan bisnis yang dapat mendatangkan keuntungan karena jamur merupakan sumber makanan lezat dengan kandungan gizi yang tinggi sehingga diminati masyarakat. Budidaya jamur konsumsi dapat dikatakan relatif sederhana karena dapat dilakukan tanpa lahan, modal, dan tenaga kerja yang besar. Oleh karena itu, setiap hari sebenarnya dapat membudidayakan jenis jamur ini, tetap aja ada hal teknis yang harus dikuasai, baik dalam segi teknik budidaya, pembibitan, pengolahan hasil, maupun pemasarannya sehingga dalam pelaksanaan yang terpadu  keuntungan yang diperolehpun menjadi optimal