Sekilas Budidaya Jamur Tiram (Hiratake) dan Jenis-Jenisnya

Rudy Siswanto

Sekilas Budidaya Jamur Tiram (Hiratake) dan Jenis-Jenisnya. Jamur tiram memiliki tudung yang berubah dari hitam, abu-abu, cokelat, hingga putih. Permukaan tudungnya hampir licin dengan diameter 530cm. Tepi tudung mulus sedikit berlekuk. Spora berbentuk batang berukuran 811 um x 34 um. Miselium berwarna putih dan bisa tumbuh dengan cepat. Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang. Jamur tiram yang banyak dikenal oleh petani jamur di Indonesia secara umum adalah sebagai berikut.

Jamur tiram putih
1. Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus), jamur tiram putih memiliki tangkai bercabang. Disebut tiram putih karena jamur ini berwarna putih, tudung bulatnya berdiameter 3-15 cm. Jamur tiram putih adalah jamur pangan dengan tudung berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengahnya agak cekung dan berwarna putih hingga krem. Tubuh buah memiliki batang yang berada di pinggir dan bentuknya seperti tiram  sehingga jamur tiram memiliki nama binomial Pleurotus ostreatus.

Jamur tiram abu-abu
2. Jamur tiram abu-abu (Pleurotus cystidius) jamur ini memiliki tangkai yang tidak bercabang. Tudung jamur berbentuk bulat dengan diameter yang lebih kecil daripada tudung jamur tiram putih. Keunggulan jamur tiram abu-abu dibanding dengan tiram putih adalah rasanya yang lebih manis.

Jamur tiram raja
3. Jamur tiram raja (Pleurotus umbellatus) jamur ini tidak bercabang, tudungnya berukuran besar, berwarna kecokelatan, dan pecah-pecah di bagian pinggirnya. Jamur tiram hidup di daerah yang bersuhu antara 10-32 derajat celcius. Artinya jika suhu kurang dari 10 derajat celcius, jamur tiram tidak akan tumbuh dengan baik. Pertumbuhan optimum jamur tiram adalah pada suhu 25-26 derajat celcius. Jamur tiram dapat ditumbuhkan pada media kompos serbuk gergaji. Miselium dan tubuh buah akan tumbuh dan berkembang baik pada suhu 2539 derajat celcius. Agar bakal tubuh buah terbentuk, biasanya dibutuhkan kejutan fisik seperti perubahan suhu, cahaya, tingkat CO2, kelembapan relatif, udara dan aerasi (sirkulasi udara). Selain digunakan sebagai campuran pada berbagai jenis masakan, jamur tiram merupakan bahan baku obat statin. Jamur tiram diketahui dapat membunuh dan mencerna nematoda yang kemungkinan besar dilakukannya untuk memperoleh nitrogen.

Demikian pengetahuan sekilas mengenai jamur tiram untuk budidaya yang dapat membuka peluang usaha budidaya jamur tiram di Indonesia. (Baca juga: Pengertian dan Ciri-Ciri Jamur Kancing (Champignon) Untuk Budidaya)